Tuesday, September 13, 2016

Tentang Rasa (1)

#1st Meeting

June 2nd,

Pagi hari cerah, dengan suasana kota yang ramai. Lalu lintang kendaraan umum dan macet di pagi hari seperti biasanya. Tak ada tanda-tanda akan hujan...

Hari yang oke untuk event ini...
dan di hari ini pula, dimulainya semua kejadian sangat memberi dampak pada perasaanya..

Perlengkapan sudah siap, dan panitia beberapa sudah hadir di lokasi. Hanya tinggal menunggu para tamu undangan. 

Hari itu, ia sangat bersemangat dan senang karena akan bertemu dengan saudara sepemahamannya. Karena baru saat ini ia mendapat kesempatan dan mencoba untuk kembali aktif dalam lingkaran kegiatan yang seharusnya ia ikuti.

8.30 beberapa tamu undangan sudah mulai datang. Mereka yang sudah kenal langsung berbaur dan seperti biasa, selalu ada kelompok dalam sebuah kelompok besar...

Hanya satu dua saja dari tamu undangan yang ia kenal, sedangkan yang lainnya masih asing baginya. Ditengah penantian beberapa anggota lainnya, ada satu yang menarik perhatiannya. Sebuah kilatan yang tak biasa. Sekilas namun berbekas....

Namun ia mencoba untuk tetap santai, tak menghiraukan apa yang barusan saja dirasakan, walaupun sesungguhnya masih penasaran...

Sekitar 9.30, semua peserta sudah hadir. Event dimulai. Semua panitia dan peserta masuk ke lokasi event dan mulai berkeliling di dalamnya. 

Semua berjalan kaki, karena kendaraan pribadi tidak diperbolehkan masuk di lokasi tersebut.

Ia dan tim panitia berjalan di depan mengarahkan peserta mengunjungi beberapa lokasi yang seharusnya di temukan. Peserta terlihat asik dan menikmati perjalanan sambil berbincang ria dengan segala topik obrolannya...

Rasa penasaran itu kembali muncul...

Mata yang unik.. indah..
tak sadar ternyata ia mencuri-curi kesempatan untuk menatapya dari jauh...
Namun masih belum berani untuk mendekatinya..

Rasa penasaran semakin memuncak..
Ia mencoba memutar pikiran, bagaimana caranya agar bisa berbicara dengannya.

Segala macam topik ia coba pikirkan untuk memulainya, namun selalu saja urung untuk dilakukan..

Hingga di suatu area, ia mencoba memberanikan diri, menemuinya untuk memulai pembicaraan......

Walau pada akhirnya hanya sekadar berucap Say Hello....
Gugup, malu, tapi mau...

dan hey...
dia merespon, walau hanya sekedarnya..

Wajar, mungkin menurutnya orang asing gila dari mana ini tiba tiba datang menemuinya, untuk ber SKSD ria..

Namun itu tak masalah baginya, yang penting usahanya sudah dilakukan...

*to be continued...

Sunday, March 27, 2016

Makan Gethuk Sambil Bermain Angklung di Malaysia, "why not" ?

Tahun 2015 lalu merupakan tahun ajaib bagi saya karena mendapat kesempatan untuk pergi ke luar negeri mengunjungi salah satu negara anggota ASEAN yaitu Malaysia. Saya lolos seleksi program pertukaran pelajar AIMS (ASEAN International Mobility for Student) yang diadakan di kampus saya Institut Pertanian Bogor. AIMS sendiri merupakan program kerjasama antar direktorat pendidikan negara-negara ASEAN dan baru-baru ini Jepang juga terlibat di dalamnya. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Republik Indonesia berperan dalam mendanai pelajar dari Indonesia selama mengikuti program ini. Melalui program ini, pelajar Indonesia dapat mengasah baik soft skill maupun hard skill mereka sekaligus juga merintis dan membangun jejaring yang lebih luas, mampu berfikir dalam perspektif global/ internasional dan saling pengertian antar budaya yang berbeda. Pada akhirnya diharapkan kualitas pelajar Indonesia dapat meningkat dalam bidang akademik dan non akademik dalam tataran Asia Tenggara.

Universiti Teknologi Mara (UiTM) menjadi kampus tujuan saya di Malaysia. Satu semester di kampus negeri jiran itu memberi saya banyak pengalaman menarik dan tak terlupakan. Selain memperoleh ilmu akademik dari perkuliahan di jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan di kampus, saya juga berkesempatan untuk berpartisipasi pada beberapa event yang ditawarkan oleh kampus seperti mengikuti program pemantapan bahasa melayu di Port Dickson Negeri Sembilan, menjadi representatif negara Brunei Darussalam pada acara pertukaran kebudayaan ASEAN di Trengganu, dan mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti kota Melaka. Semua kegiatan diatas memberi saya kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan penduduk asli maupun dengan  warga dari negara lain. Saya berkesempatan untuk belajar mengenai bahasa, budaya, kuliner dan kebisaan mereka secara langsung.

Tentunya selain mendapatkan pengalaman tersebut, tak lupa juga saya ingin mengenalkan kebudayaan dari negara saya sendiri. Salah satu pengalaman yang menarik adalah berpartisipasi dalam acara karnival pertukaran budaya yang diadakan oleh kampus UiTM. Bersama pelajar Indonesia lainnya, saya berkesempatan mengenalkan beberapa pakaian, makanan dan alat musik tradisional khas Indonesia. Kami mencoba mengenalkan makanan yang mudah dibuat tetapi jarang atau bakan tidak ditemukan Malaysia, mengingat bahwa banyak kemiripan antara makanan di Indonesia dan Malaysia, seperi rendang dan tempe yang dengan mudahnya ditemukan di sini. Salah satu makanan yang kami sajikan adalah jajanan gethuk, makanan khas Indonesia yang mudah ditemukan di Jawa tengah dan Jawa Timur yang terbuat dari singkong. Selain itu kami juga membuat seblak, makanan yang populer di daerah Bandung Jawa Barat yang terbuat dari kerupuk yang direbus dan diberi bumbu pedas. Komentar pengunjung yang mencoba makanan ini bervariasi. Kebiasaan warga Malaysia yang mengkonsumsi masakan dengan tingkat kepedasan yang relatif tidak terlalu pedas (menurut saya), menjadi penyebab terjadinya salah satu pengunjung yang mencicipi seblak mengucurkan air mata karena tidak kuat menahan rasa pedasnya, padahal level pedas yang kami buat tidak terlalu pedas menurut kami. Namun ada pula yang ketagihan dan ingin mencoba lagi karena memang suka pedas.

Seblak pedas makjoss
Seblak pedas seuhah

Tidak kalah serunya, kami juga mengenalkan salah satu alat musik tradisional dari Indonesia yaitu angklung. Pengunjung diajarkan belajar nada dasar dasar angklung hingga memainkan satu lagu sederhana. Beberapa pengunjung ada yang langsung faham cara memainkannya setelah diajarkan, namun ada juga yang hingga berkali kali mencoba tetap belum bisa memainkan dengan benar. 

Belajar bermain angklung

Pengalaman pertukaran pelajar ini merupakan suatu bentuk transfer pendidikan, sosial, dan budaya. Sebagai pemuda Indonesia, kita diharapkan dapat berpartisipasi aktif menjadi bagian dalam masyarakat global. Indonesia adalah negara besar yang mampu mempengaruhi tatanan dunia dan kelak menjadi bangsa yang memiliki daya untuk mengatur arah perubahan dunia. Hal ini dapat terjadi apabila masyarakat Indonesia sadar bahwa dirinya berpengaruh dalam dunia ini dengan cara mengekspos dirinya secara internasional.

cerita selengkapnya mengenai exchange student [klik disini]

Sunday, January 10, 2016

#OneMalaysia [5] : UiTM - The Campus (part 2)

Mari dilanjut~ (baca cerita sebelumnya di sini)

#Student Card Identity
Masuk dunia kehidupan, harus buat card (Akte Lahir)...
Masuk sekolah, harus buat card...
Masuk timezone,  harus buat card...
Masuk umur 17 tahun, harus buat card (KTP).....
Masuk bank, harus buat card (ATM)...
Masuk ke hati abang? harus buat baper dulu~ (bebas heer bebaaas)

Nah masuk kulihan juga sama aja, pasti kudu buat yang namanya kartu pelajar. Pembuatan kartu pelajar disini dibuat di Gedug Menara Sultan Abdul Aziz Shah (SAAS) lantai 6.



Selama pembuatan kartu, Nur Ashikin (ashikin aja kalee~), student dari Malaysia ditugaskan oleh dosennya untuk membantu kita, pergi ke menara SAAS. Btw doi sekarang di semester 6 (kalo di ITP IPB, doi udah smester 7 harusnya). Proses pembuatan kartu cukup cepat...

Ambil fotoo.....Jebret !
Ganti gaya dikit....cekrek !
Sekali lagi... cekrek !
(engga deng, foto mah sekali aja kok, haha)
kemudiaan.... voila, jadi deh kartu nya...
Officially Student of UiTM Shah Alam now...
#The First Class
There's always excitement untuk suatu hal yang baru dan pertamakali dilakukan, termasuk pergi menghadiri kuliah untuk pertama kalinya (this happened for every f*ck*ng semester, yoi gak ?haha)

Kebanyakan berusaha datang tepat waktu di jam kuliahnya. Ada berbagai macem alasan untuk ini, salah satunya  mungkin :

1. Udah bersumpah jadi ATA - student (Anti-Telat-Able) 
2. Emang ga sabar untuk mengambil ilmu dari kuliahannya (good student ya kamu~)
3. Belum tahu karakter dosen yang mengajar, killer/galak ato nggak, on time ato nggak.
    (yang ini kayanya paling banyak, hha) 

Nah kalian yang mana vroh ? XD

Kan rumornya orang kita (Indo) suka ngaret dan telat kalo ngapa-ngapain gitu. Nah, kita mau menunjukkan kalau mahasiswa Indonesia ga semuanya suka ngaret dan telat kok ! Apalagi ini sedang exchange di luar negeri. Harus kasih imej yang baik dong, demi menjaga nama baik Almamater juga... #Tsaaah

Kuliah pertama, menurut jadwal yaitu di hari selasa, jam 8.00, which means itu jam 7.00 lah di Indo. Kita berangkat dari kondo jam 7 teng !

Untuk sampai ke kuliahan, kita harus jalan kaki dulu dari kondo ke dalam kampus dan menunggu di bus-stop nya. Untuk pertama kali terasa lumayan gempor choooy (belom terbiasa jalan sejauh ini).
Untuk sampe ke bus stop dalam kampus yang terdekat perlu waktu sekian menit kalau jalan kaki
Untuk sampai ke bus stop yang kedua terdekat, jaraknya 1,6 km dari kondo. Dan every morning, ive to face this kind of "push push moment"

Ramee yaa, cewe semua lagi. Desek-desekan ,sering banget kesentuh sentuh cuy , wkwk
kesentuh tasnya oi tasnyaaa, jangan mikir yang aneh-aneh loo :v
Bus nya banyak loh, tapi mahasiswanya juga banyak, jadi tetep weeh kudu nunggu berapa kali bus, dulu baru akhirnya bisa naik. Iya, dan ini setiap pagi kaya gini. Udah takut keburu telat ini mha.

(mengenai transportasi di kampus nanti akan dibahas lebih detail deh di next chapter)

Akhirnya sampai lah juga di kelas. Udah mau jam 8, sekitar 7.40. Udah takut telat nih. Ketika  masuk kelas.......

Beuuuuhhhhhhh
Rame bangeeeeeeet !! (tempat duduknya)

lah mahasiswanya ? dosennya ? Nihil !

belakangan, kita baru tau kalo ternyata di minggu pertama kelasnya belom mulai,dosennya bahkan lagi pergi keluar kota. Warbyasahhh yaaa~ *prok prok prok* ._________.

Yasudah mumpung sepi..
Mari kita selpi...
biar hepi~
 
 
Btw ruang kuliahan disini, AC nya pooolll, gile lumayan dingin juga (menurut pribadi sih).
Oiya ini ruang kuliah di tempat lainnya....

Berikut beberapa ruangan lainnya dengan nama yang cukup... yaa gitu deh, liat nih...
habis kuliah di kelas ini, langsung pintar ! yakelees~
nah, dilanjut [di sini] aja yuk~


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...